Intel melaporkan pendapatan sebesar US$16,5 miliar pada kuartal III 2026, meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan menyebut permintaan terhadap keluarga prosesor server Xeon tetap kuat, di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi untuk pusat data dan beban kerja kecerdasan buatan (AI).
Hasil keuangan ini menjadi salah satu sinyal penting bagi industri semikonduktor: persaingan AI tidak hanya ditentukan oleh akselerator khusus, tetapi juga oleh CPU, jaringan, memori, dan infrastruktur server yang menopang operasional sistem AI berskala besar.
Pendapatan naik 21 persen, Intel soroti permintaan Xeon
Dalam laporan resminya, Intel mencatat pendapatan kuartal III sebesar US$16,5 miliar. Perusahaan juga melaporkan laba per saham (EPS) GAAP sebesar US$0,60 dan EPS non-GAAP US$0,52. Untuk kuartal IV 2026, Intel memperkirakan pendapatan berada di kisaran US$15 miliar hingga US$16 miliar.
CEO Intel Lip-Bu Tan mengatakan perusahaan masih menghadapi tantangan pasokan pada sejumlah lini, tetapi permintaan CPU tetap kuat. Intel secara khusus menyoroti kebutuhan pelanggan terhadap keluarga Xeon dan menyebut peningkatan pasokan sebagai salah satu prioritas utama.
Fokus pada prosesor server dan komputasi AI
Intel juga memaparkan beberapa pengembangan produk untuk kebutuhan komputasi generasi berikutnya. Di antaranya adalah Diamond Rapids, nama kode untuk generasi prosesor Xeon berikutnya, serta GPU D-series yang ditujukan untuk mendukung pemrosesan inferensi AI secara lebih efisien.
Perusahaan turut menyoroti desain rak server berbasis Xeon dan kolaborasi dengan Oracle untuk memperluas penggunaan platform Xeon pada Oracle Cloud Infrastructure. Rencana tersebut mencakup platform saat ini dan generasi mendatang, termasuk penawaran OCI X14 yang direncanakan menggunakan prosesor Diamond Rapids.
Apa artinya bagi pasar teknologi?
Kenaikan pendapatan dan kuatnya permintaan Xeon menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi AI ikut mendorong investasi pada infrastruktur pusat data yang lebih luas. GPU memang menjadi komponen penting untuk melatih dan menjalankan model AI, tetapi CPU server tetap dibutuhkan untuk mengatur beban kerja, mengelola data, menjalankan layanan cloud, dan mengoordinasikan sistem.
Bagi penyedia cloud dan perusahaan, perkembangan ini dapat memperluas pilihan konfigurasi server sekaligus meningkatkan persaingan antar-pemasok chip. Namun, dampak akhirnya akan bergantung pada kemampuan Intel memenuhi permintaan, jadwal ketersediaan produk baru, serta efisiensi biaya dan kinerja yang ditawarkan kepada pelanggan.
Persaingan chip AI masih bergantung pada ekosistem
Strategi Intel memperlihatkan bahwa perusahaan berupaya mengambil peran di beberapa lapisan infrastruktur AI, mulai dari CPU server hingga GPU untuk inferensi. Kolaborasi dengan penyedia cloud dan pengembangan teknologi manufaktur juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisinya di pasar.
Meski demikian, laporan satu kuartal belum cukup untuk memastikan perubahan posisi jangka panjang Intel. Kinerja pada kuartal-kuartal berikutnya, realisasi proyeksi pendapatan, dan kemampuan memenuhi permintaan akan menjadi indikator penting untuk menilai keberhasilan strategi tersebut.
Sumber
Informasi utama dalam artikel ini merujuk pada laporan resmi hasil keuangan kuartal III 2026 dari Intel.



