Selasa, 27 Oktober 2026
TERKINI
Kecerdasan Buatan

Oracle Perkenalkan Deep Trust AI Architecture, Perkuat Keamanan Data untuk Agen AI

Oleh FPY9ft0uuOZu2 menit baca7 dibaca

Tekvora – Oracle mengumumkan Deep Trust AI Architecture dalam ajang Oracle AI World pada 26 Oktober 2026. Pendekatan ini dirancang agar keamanan, privasi, dan aturan bisnis tidak hanya bergantung pada instruksi yang diberikan kepada agen kecerdasan buatan (AI), tetapi diterapkan langsung di lapisan teknologi yang digunakan perusahaan.

Seiring semakin banyak organisasi memakai agen AI untuk membaca informasi, menyusun aplikasi, dan menjalankan tugas, muncul tantangan baru: bagaimana memastikan sistem tersebut hanya mengakses data dan mengambil tindakan sesuai kewenangannya?

Empat lapisan perlindungan

Menurut pengumuman Oracle, arsitektur ini mencakup empat lapisan utama, yakni platform perangkat lunak, data, akses data, dan pengembangan aplikasi. Tujuannya adalah membangun pengendalian yang tetap berlaku meski aplikasi atau agen AI melakukan kesalahan.

Oracle menyoroti Autonomous AI Database yang mendukung pembaruan keamanan otomatis, enkripsi data, serta pengendalian akses. Melalui Deep Data Security, kebijakan akses pengguna dapat ditegakkan langsung pada database, bukan semata-mata melalui kode aplikasi.

Membatasi tindakan agen AI

Komponen Deep Trust Data APIs dirancang memberikan akses baca dan tulis melalui objek bisnis yang terkontrol, alih-alih membiarkan agen menjalankan perintah SQL secara bebas. Oracle juga memperkenalkan pendekatan Deep NL2SQL yang menggabungkan konteks bisnis dan definisi data untuk membantu sistem memahami pertanyaan dalam bahasa alami.

Di sisi pengembangan, Oracle APEX AI Application Generator memungkinkan agen pemrograman menerjemahkan permintaan bahasa alami menjadi definisi aplikasi deklaratif yang kemudian dijalankan oleh mesin APEX. Dengan demikian, kontrol keamanan dapat dipusatkan pada lingkungan eksekusinya.

Apa dampaknya bagi perusahaan?

Pengumuman ini memperlihatkan pergeseran perhatian industri dari sekadar kemampuan model AI menuju tata kelola tindakan dan aksesnya. Bagi perusahaan yang menghubungkan agen AI dengan database atau sistem operasional, pembatasan hak akses, audit, dan pembaruan keamanan tetap menjadi bagian penting dari penerapan.

Perlu dicatat, manfaat yang dijelaskan merupakan klaim dan rancangan yang diumumkan Oracle; efektivitas implementasinya pada tiap organisasi akan bergantung pada konfigurasi dan pengujian masing-masing.

Sumber: Pengumuman Oracle, 26 Oktober 2026.

Penulis di Tekvora

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *