Jumat, 30 Oktober 2026
TERKINI
Keamanan Siber

PERURI dan Telkom Siapkan Kriptografi Pascakuantum, Apa Dampaknya bagi Keamanan Digital Indonesia?

Oleh FPY9ft0uuOZu2 menit baca1 dibaca

Tekvora — PERURI dan PT Telkom Indonesia menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki pengembangan post-quantum cryptography (PQC), teknologi kriptografi yang dirancang menghadapi potensi ancaman komputer kuantum terhadap metode pengamanan digital saat ini. Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta pada 27 Oktober, sebagaimana diumumkan PERURI pada 28 Oktober 2026.

Mengapa kriptografi pascakuantum penting?

Berbagai layanan digital mengandalkan kriptografi untuk melindungi identitas, transaksi, tanda tangan elektronik, dan pertukaran informasi. Perkembangan komputasi kuantum mendorong organisasi meninjau ketahanan sistem tersebut dalam jangka panjang. PQC menjadi salah satu pendekatan untuk menyiapkan perlindungan data menghadapi perubahan kemampuan komputasi di masa depan. Ini merupakan langkah antisipatif, bukan pernyataan bahwa seluruh enkripsi yang digunakan masyarakat kini telah berhasil dibobol komputer kuantum.

Kerja sama masih pada tahap penjajakan

Menurut siaran pers resmi PERURI, kesepakatan dengan Telkom merupakan bagian dari inisiatif Quantum-Safe Indonesia yang turut melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Danantara Indonesia. Ruang lingkupnya mencakup penjajakan pengembangan PQC, penilaian kesiapan sistem keamanan, penerapan teknologi pada layanan digital, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

PERURI membawa pengalaman di bidang identitas digital, sertifikat elektronik, tanda tangan digital, dan keamanan dokumen. Sementara itu, kolaborasi lintas lembaga diharapkan membantu organisasi memetakan aset kriptografi, menilai risiko, dan menyusun langkah mitigasi yang lebih terstruktur. Implementasi teknisnya masih akan didalami oleh para pihak; pengumuman tersebut belum berarti seluruh layanan telah beralih ke standar baru.

Apa dampaknya bagi pengguna dan perusahaan?

Bagi pengguna umum, manfaat potensialnya terletak pada kesinambungan keamanan layanan digital dalam jangka panjang. Bagi perusahaan dan penyedia layanan, transisi membutuhkan inventarisasi sistem, evaluasi ketergantungan pada algoritma lama, pengujian kompatibilitas, dan perencanaan pembaruan yang tidak mengganggu layanan.

Keberhasilan inisiatif ini nantinya perlu dilihat dari hasil konkret: standar yang diterapkan, kesiapan sumber daya manusia, pengujian keamanan, dan cakupan migrasi. Kesepakatan awal menjadi fondasi kolaborasi, bukan jaminan bahwa seluruh tantangan keamanan era kuantum telah terselesaikan.

Sumber: Siaran pers PERURI, 28 Oktober 2026.

Penulis di Tekvora

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *