{"id":268,"date":"2026-11-04T09:18:00","date_gmt":"2026-11-04T02:18:00","guid":{"rendered":"https:\/\/tekvora.biz.id\/?p=268"},"modified":"2026-11-04T09:18:00","modified_gmt":"2026-11-04T02:18:00","slug":"google-ubah-aturan-ai-untuk-sekolah-guided-learning-masuk-classroom-akses-siswa-k-12-dimatikan-secara-default","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tekvora.biz.id\/?p=268","title":{"rendered":"Google Ubah Aturan AI untuk Sekolah: Guided Learning Masuk Classroom, Akses Siswa K-12 Dimatikan Secara Default"},"content":{"rendered":"<p>Google mengumumkan rangkaian pembaruan pendidikan pada 3 November 2026 dengan pesan yang cukup jelas: kecerdasan buatan boleh membantu proses belajar, tetapi sekolah harus memegang kendali atas kapan dan bagaimana siswa menggunakannya. Perubahan itu mencakup perluasan Guided Learning ke Google Classroom, rencana menghadirkan pengalaman belajar bertahap di Google Search, serta pengaturan akses yang lebih ketat untuk akun siswa tingkat K-12.<\/p>\n<p>Pengumuman tersebut penting karena memperlihatkan dua arah kebijakan yang berjalan bersamaan. Google ingin memasukkan AI lebih dalam ke kegiatan belajar, namun juga memberi administrator sekolah kemampuan untuk menonaktifkan layanan sebelum sekolah siap menggunakannya. Dengan begitu, pembaruan ini bukan sekadar penambahan fitur chatbot, melainkan perubahan pada tata kelola teknologi pendidikan.<\/p>\n<h2>Guided Learning masuk ke Google Classroom<\/h2>\n<p>Fitur Guided Learning dirancang untuk membantu siswa memahami materi melalui pertanyaan terbuka dan penjelasan bertahap, bukan langsung memberikan jawaban akhir. Google menyatakan pengalaman ini mulai tersedia secara global di Google Classroom pada 3 November. Ketika guru menugaskan aktivitas Guided Learning, siswa dapat mengerjakan materi yang terhubung dengan konteks kelas sehingga pembahasan tidak mudah melenceng dari tujuan pelajaran.<\/p>\n<p>Guru juga memperoleh gambaran aktivitas secara langsung untuk melihat bagian mana yang membuat kelas membutuhkan dukungan tambahan. Informasi seperti ini berpotensi membantu guru menentukan kapan harus mengulang konsep, memberikan contoh lain, atau mengajak siswa berdiskusi. Namun, fitur tersebut tetap merupakan alat bantu. Penilaian pemahaman, kualitas pertanyaan, dan keputusan pedagogis berada di tangan pendidik.<\/p>\n<h2>Search akan mengarahkan siswa melalui proses berpikir<\/h2>\n<p>Google juga sedang membangun kemampuan Guided Learning ke dalam Search. Untuk tahap awal, perusahaan menyebut uji coba pada sejumlah sekolah di Amerika Serikat akan dimulai pada akhir November 2026. Jika sistem mengenali bahwa akun siswa sedang mencari bantuan untuk pekerjaan rumah, Search dapat menyajikan pertanyaan pemandu dan uraian langkah demi langkah agar siswa memikirkan masalah sebelum melihat jawaban.<\/p>\n<p>Contoh yang diberikan Google adalah soal fisika yang kompleks atau permintaan bantuan menyusun laporan buku. Alih-alih hanya menampilkan hasil singkat, pengalaman baru diharapkan mengajak siswa memecah persoalan menjadi bagian yang lebih mudah dikerjakan. Uji coba terbatas itu juga memberi ruang bagi masukan guru sebelum perusahaan memperluas ketersediaannya ke sekolah lain.<\/p>\n<h2>Akses akun K-12 dibuat nonaktif sampai diizinkan<\/h2>\n<p>Perubahan yang paling berdampak bagi pengelola sekolah adalah pengaturan akses. Google menyatakan Gemini, Gemini Notebook, Gemini di Classroom, dan Google Search untuk akun siswa K-12 akan berada dalam keadaan nonaktif sampai administrator sekolah secara eksplisit mengaktifkannya. Kebijakan ini memberi sekolah pilihan untuk menilai kesiapan guru, usia siswa, kebijakan privasi, dan tujuan pembelajaran sebelum layanan digunakan.<\/p>\n<p>Pengaturan tersebut tidak berarti semua layanan Google dimatikan untuk seluruh pengguna. Perubahan yang diumumkan secara khusus menyangkut akun siswa K-12 dan akses ke produk yang disebutkan. Google mengatakan akan membagikan rincian lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang agar sekolah memiliki waktu untuk menyiapkan konfigurasi dan transisi. Karena itu, administrator perlu menunggu petunjuk resmi untuk mengetahui alur pengaktifan yang berlaku pada sistem mereka.<\/p>\n<h2>Ekosistem pendukung guru ikut diperluas<\/h2>\n<p>Selain fitur untuk siswa, Google mengumumkan perluasan Google AI Educator Series ke Spanyol, Brasil, Meksiko, Australia, dan kawasan Afrika sub-Sahara. Program pelatihan tanpa biaya ini dirancang untuk membantu pendidik memahami penggunaan AI secara praktis. Google.org juga menyampaikan pendanaan lebih dari US$9,5 juta bagi lima organisasi yang mengembangkan perangkat dan dukungan untuk guru.<\/p>\n<p>Langkah ini menunjukkan bahwa adopsi AI di sekolah tidak hanya bergantung pada kemampuan model. Pelatihan, materi ajar, kesiapan perangkat, dukungan teknis, dan kebijakan penggunaan sama pentingnya. Sekolah yang memiliki akses ke fitur canggih tetapi tidak mempunyai panduan bagi guru berisiko menggunakan teknologi secara tidak konsisten.<\/p>\n<h2>Apa yang perlu disiapkan sekolah?<\/h2>\n<p>Administrator sebaiknya memetakan jenis akun siswa dan guru, memeriksa pengaturan layanan yang tersedia, serta menyusun aturan mengenai data yang boleh dimasukkan ke alat AI. Guru dapat menyiapkan tugas yang meminta siswa menjelaskan proses berpikir, bukan sekadar menyalin jawaban. Orang tua juga perlu mengetahui apakah sekolah mengaktifkan fitur tertentu dan bagaimana hasil aktivitas digital dipantau.<\/p>\n<p>Untuk sekolah di Indonesia, pengumuman 3 November belum menetapkan jadwal peluncuran Search Guided Learning secara lokal. Karena itu, sekolah tidak sebaiknya menganggap semua fitur sudah tersedia di akun mereka. Periksa pengumuman Google Workspace for Education dan kebijakan administrator sebelum mengubah konfigurasi.<\/p>\n<h2>AI pendidikan membutuhkan kendali, bukan hanya fitur<\/h2>\n<p>Pembaruan Google memperlihatkan bahwa masa depan AI pendidikan akan ditentukan oleh keseimbangan antara bantuan otomatis dan kendali manusia. Guided Learning dapat memberi siswa jalur belajar yang lebih terarah, sementara pengaturan nonaktif secara default memberi sekolah ruang untuk mengambil keputusan. Keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada guru yang memahami tujuan pembelajaran, perlindungan data, dan kemampuan siswa untuk menilai jawaban AI secara kritis.<\/p>\n<p><strong>Sumber primer:<\/strong> <a href=\"https:\/\/blog.google\/products-and-platforms\/products\/education\/ai-learning-era-2026\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google \u2014 AI in the Learning Era<\/a> (3 November 2026); <a href=\"https:\/\/blog.google\/products-and-platforms\/products\/education\/ai-learning-era-updates-2026\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google \u2014 Designing responsible AI for learning<\/a> (3 November 2026); <a href=\"https:\/\/blog.google\/products-and-platforms\/products\/education\/google-ai-educator-series-global-expansion-november-2026\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Google \u2014 Expanding AI educator training<\/a> (3 November 2026).<\/p>\n<p><em>Foto ilustrasi: Quilia\/Unsplash.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Google membawa Guided Learning ke Google Classroom secara global dan menyiapkan uji coba di Search. Pada saat yang sama, akses Gemini, Gemini Notebook, dan layanan terkait untuk akun siswa K-12 akan nonaktif sampai administrator sekolah mengizinkannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[39,44,41,21,75],"class_list":["post-268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kecerdasan-buatan","tag-ai-2026","tag-google-gemini","tag-literasi-digital","tag-model-ai","tag-pelatihan-ai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=268"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":280,"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/268\/revisions\/280"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tekvora.biz.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}